Clubing Kaget Saat Tempat Dugem Digerebek

DENPASAR, balihotnews.com – Personel Polda Bali yang tergabung dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Agung 2017 melaksanakan sweping sekaligus mengecek Satpam yang menjaga tempat hiburan malam di wilayah Denpasar, Rabu dini hari (24/5). Kegiatan ini melibatkan 124 personel, gabungan dari Direktorat Intelkam, Direktorat Reskrimum, Direktorat Reskrimsus, Direktorat Sabhara, Satuan Brimob, Bidang Propam, Bidang Dokkes dan Bidang Humas Polda Bali, dipimpin langsung Wakaopsda Pekat Agung 2017 AKBP I Nyoman Wija.

Pengecekan Satpam di tempat hiburan malam sebagai tindak lanjut dari beberapa masalah yang menjadi atensi Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose yaitu premanisme. Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga pengamanan harus merekrut orang yang benar-benar sudah memiliki kualifikasi sebagai Satpam, mempunyai kemampuan dan pernah mengikuti pelatihan, memiliki sertifikat, KTA dan saat bekerja menggunakan pakaian seragam.
Usai pelaksanaan kegiatan, AKBP I Nyoman Wija mengatakan, hari pertama Ops Pekat Agung 2017 mengadakan sweping di tempat hiburan karaoke yaitu Akasaka dan New Star. Petugas Kepolisian mengeledah badan security yang ada di tempat hiburan malam ini. Selanjutnya mendatakan identitas dan mengintrogasi terkait kepemilikan sertifikat Satpam. Petugas juga meminta kepada pihak manajemen Akasaka dan New Star agar mempekerjakan security yang berkualifikasi atau sudah mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP).

“Jika manajemen tidak mengikuti peraturan yang berlaku maka bisa dikatakan perusahaan tersebut mempekerjakan preman. Dari hasil kegiatan, petugas mendapatkan 18 security yang tidak memiliki kualifikasi sertifikat dari dua tempat hiburan malam tersebut dan mendapatkan satu setengah butir yang diduga ekstasi di lantai hol New Star, dan tidak diketahui siapa pemiliknya. Kami langsung memberikan surat peringatan pertama kepada pihak manajemen dan kegiatan ini akan terus berlanjut, kalau masih ditemukan kami akan proses,” ujar perwira dua melati di pundak ini. (Bina Wartawan Bharaduta Bdjs)




Be the first to comment