Sekaa Gong Kebyar Wanita Unjuk Kebolehan di Open Stage Balai Budaya

Sekaa Gong Wanita Pandawa, Banjar Tarukan, Desa Mas, kecamatan Ubud

GIANYAR, balihotnews.com – Tak hanya Sekaa Gong Kebyar dewasa dan anak – anak, Sekaa Gong Kebyar Wanita Kabupaten Gianyar juga turu ambil bagian memeriahkan peringatan Hari Jadi Kota Gianyar ke – 246 Tahun 2017 sekaligus unjuk kebolehan duta Kabupaten Gianyar pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXIX tahun 2017 di Open Stage, Balai Budaya, Gianyar, Minggu, (16/4).

Sekaa Gong Kebyar Wanita Pandawa, Banjar Tarukan, Desa Mas, Ubud sebagai duta Kabupaten Gianyar pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) Tahun 2017 mengawali penampilannya dengan garapan apik Pepanggulan Tabuh Telu “Campuhan”. Dilanjutkan dengan pementasan Tari Kelinci dengan Pembina tabuh dan tari, I Nyoman Cerita, SST. MFA, pementasan Tabuh Kreasi “Swandewi”

Penampilan Sekaa Gong Kebyar Wanita Pandawa, banjar Tarukan, Desa Mas, Ubud diakhiri dengan pementasan Tari Kreasi Janger “ Kesuma Dewi” dengan penata tari Ir. Anak Agung Gde Oka Dalem. Garapan ini mengisahkan, dinamika dunia remaja yang menggambarkan suasana penuh suka cita, canda tawa, dengan rasa kebersamaan memupuk persatuan di dalam menjaga keharmonisan antar hubungan manusia dengan Sang Pencipta, alam semesta dengan sesama agar Seni Budaya tetap ajeg lestari. Serta membawa pesan kepada generasi penerus akan pentingnya ai sungai sebagai sumber kehidupan yang bisa merupakan sumber amerta atau bencana. Dengan semangat tetap menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya dalam menuju hidup kerta raharja.

Tak kalah apik, penampilan Sekaa Gong Kebyar Wanita Sanggar S’mara Murti, Desa Celuk, Sukawati yang merupakan duta Kabupaten Gianyar pada PKB Tahun 2016. Diawali dengan Tabuh Pepanggulan “Ngulit Sari” karya I Nyoman Suryadi. Ngulit Sati terdiri dari dua kata Ngulit dan Sari. Ngulit berarti menguliti/mengupas/mencari sedangkan Sari berrarti inti/jati diri/identitas diri. Dalam garapan ini, penggarap berusaha menggunakan berbagai sudut pandang melodi, intonasi ruang dan waktu untuk mewujudkan suatu keindahan yang bermartabat dengan tetap menggunakan pola tradisi di dalam hiasan kekinian. Walaupun tanpa berlatar belakang akademis, namun dengan bermodalkan sutas tali cinta kasih terhadap seni tradisional Bali, penggarap ikut mewarnai kasanah seni kerawitan Bali sebagai representasi dari jati diri atau identitas diri sebagai penggarap. Dilanjutkan dengan Tari Penyambutan Pujastuti, Tabuh Kreasi “Manuk Anguci” serta Tari Kreasi “Dharma Murti”.

Sebelumnya, pementasan Gong Kebyar Wanita juga dimeriahkan oleh penampilan Kesenian Cekepung dari Kabupaten Karangasem di Open Stage Balai Budaya, Gianyar. Pemnetasan ini sebagai salah satu bentuk partisipasi Kabupaten  Karangasem dalam memeriahkan peringatan Hari Jadi Kota Gianyar ke 246 tahun 2017. (yes)




Be the first to comment