Jenasah Korban Tenggelam Muncul Setelah Mebanten di Pura Air Terjun

Jenasah korban ditemukan telanjang bulat sesaat setelah orang tuanya mebanten di pura tirta
Utama -Jenasah Korban Tenggelam Muncul Setelah Mebanten di Pura Air Terjun
Inilah wajah ganteng Gde Teja yang tenggelam di air terjun Tegenungan

GIANYAR, balihotnews.com –  I Gde Arsa Kusuma Wijaya alias Teja, (14) ditemukan tewas tenggelam saat mandi di objek wisata Tegenungan pada Rabu, 15 Maret. Evakuasi terhadap korban berlangsung lama, korban tenggelam pukul pukul 08.30 dan jenasah diketemukan oleh petugas gabungan pukul 13.00.

Saat evakuasi berlangsung, seluruh pihak terkait turun ke air terjun. Termasuk kepala sekolah SMPN 1 Kuta, Gusti Sutanaya tempat korban sekolah hadir. Juga orang tua korban yang juga camat Kuta, Gede Rai Wijaya juga ikut menyaksikan proses evakuasi.

Boleh percaya dan boleh tidak percaya, evakuasi yang lama itu berlangsung karena tidak ada upaya niskala selama proses evakuasi. Saat korban tenggelam dibawah derasnya kucuran air terjun, petugas yang tiba di TKP hanya bisa terdiam melongok.

Petugas air terjun pun sempat mebanten di areal lokasi. Usai mebanten, tangan korban sempat melambai-lambai. Namun petugas pun tidak berhasil menggapai. Bahkan, ada satu petugas yang menyelam sempat memangku jenasah korban di dalam air, tapi langsung terlepas.

Pemandangan aneh itu pun disaksikan oleh ratusan petugas dan dipelototi oleh wisatawan yang berkunjung. Tak lama kemudian, kepala SMPN 1 Kuta, Gusti Sutanaya meminta orang tua korban sembahyang dan menghaturkan banten di pura tirta air terjun Tegenungan. “Saya sarankan kepada orang tuanya untuk mebanten di pura di sini, katanya lagi menunggu pemangku datang,” ujar Sutanaya.

Kemudian, sekitar pukul 12.30, banten yang dipesan oleh keluarga korban tiba di TKP. Orang tua korban yang juga camat Kuta, Gede Rai Wijaya yang menunggui proses evakuasi langsung naik menuju pura Tirta Jiwa Air Terjun Tegenungan.

Sampai di pura air terjun Tegenungan itu, orang tua korban bersembahyang sambil menghanturkan banten. Setelah sembahyang, jenasah korban langsung mencuat ke permukaan. Dan petugas gabungan yang dari tadi mengobok-obok dasar air terjun langsung menggapainya dan memasukkan ke kantong mayat. Tangis histeris 12 orang teman korban yang ikut mandi dan selamat di air terjun pun pecah. “Ceca sudah bilang jangan dalam-dalam mandinya, tapi tidak ada yang dengar Ceca,” ujar salah satu teman korban sambil nangis teriak-teriak sambil menyebut dirinya Ceca.

Pengelola objek wisata, Gusti Raka, mengaku saat korban mandi, tidak ada petugas jaga di bawah. Hanya petugas loket yang dibuka. “Tapi kami sudah pasang bendera merah sebagai peringatan,” tegas Raka. (yes)




Be the first to comment