Tak Kuat Menahan Sakit Usus Buntu, Petani Gantung Diri

Seorang petani memilih bunuh diri

BANGLI, balihotnews.com – Seorang petani, I Nengah Sena, 60, bunuh diri dengan cara gantung diri di pohon Gau-Gau dengan ketinggian sekitar 6 meter pada Minggu, 26 Februari pukul 16.00. Tempat kejadian di jurang wilayah desa Bunutin, Kintamani, Bangli, Bali, tepatnya di wilayah tegalan milik I Ketut Subrata.

Korban ditemukan pertama kali oleh saksi Nang Sas, 50, desa Bunutin. Menurut keterangan dari pihak keluarga korban, diterangkan bahwa korban sejak 5 tahun terakhir mengalami sakit usus buntu dan sudah pernah menjalani operasi namun sakitnya sering kambuh sehingga korban tidak bisa melakukan aktifitas secara normal dan sehari-harinya istirahat di rumahnya.
Lalu, pada hari Minggu tanggal 26 Pebruari 2017 sekira pukul 16.00 wita pihak keluarga korban baru sadar ternyata korban tidak ada di rumah dan setelah dicari-cari disekitar rumah korban tidak ditemukan sehingga pihak keluarga korban dibantu oleh warga masyarakat desa Bunutin melakukan pencarian di wilayah desa Bunutin.
Pada pukul 20.00Wita saksi an Nang Sas menemukan korban dalam keadaan tergantung di TKP sehingga saksi melaporkan peristiwa tersebut kepada Perbekel desa Bunutin selanjutnya dilaporkan pertelepon ke Polsek Kintamani.

Pada pukul 22.00 wita personil Polsek Kintamani dipimpin Kanit Reskrim tiba di TKP selanjutnya dilakukan tindakan Kepolisan menangani peristiwa tsb. Dari hasil penanganan tsb disimpulkan bahwa korban murni meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri karena tidak ditemukan tanda tanda kekerasan /kejahatan pada tubuh korban namun ditemukan tanda tanda korban meninggal gantung diri spt : luka jerat pada leher, keluar tinja dari anus, keluar sperma dari kemaluan dan keluar ingus dari hidung. Motif : diduga kuat korban bunuh diri akibat putus asa menjalani hidup karena menderita sakit menahun yang tidak kunjung sembuh.
Pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi jenazah karena meyakini kematian korban murni akibat bunuh diri. (eca)




Be the first to comment